Selasa, 19 Desember 2017

UAS Refleksi Keseluruhan

05.47 0 Comments
Hasil gambar untuk PANCASILA

sumber gambar : disini


Assalammualaikum Wr.Wb
Salam sejahtera kepada dosen saya dan orang orang yang membaca post saya,selamat pagi/siang/sore/malam saya sampaikan. Pada post kali ini saya akan menjabarkan secara singkat dari beberapa post refleksi yang telah saya buat sebagai penilaian UAS(Ujian Akhir Semester) mata kuliah wajib umum yaitu mata kuliah Pancasila.
Pertama adalah materi Urgensi Mata Kuliah Pancasila  
Mempelajari Pancasila merupakan hal yang  wajib untuk Warga Negara Indonesia  khusunya untuk mahasiswa  dan pelajar yang ada di Iindonesia. Dasar hukumnya adalah pasal 35 ayat 3 UU No.12 tahun 2012. Kita penting belajar Pancasila karena dengan belajar Pancasila kita harus meyadari betapa pentingnya mengamal kan sila sila di setiap butirnya untuk keutuhan  Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).
Tentunya salah jika belajar Pancasila hanya belajar biasa hanya dibaca dan di hafal. Karena pelajaran Pancasila harus kita terapi dalam kehidupan sehari hari, seperti menjaga toleransi antar umat beragama di Indonesia. Berita yang sedang panas panasnya di indonesia dibicarakan media massa bawa Indonesia sedang krisis toleransi. Seharusnya dengan adanya Pancasila kita bisa bertoleransi dan bertenggang rasa karna kita sama sama warga negara Indonesia.

       
        Kedua adalah materi sejarah perumusan pancasila

Agar kita tidak terjerumus di lubang yang sama alangkah baiknya  kita mempelajari kesalahan kita dan bisa mengambil hikmahnya. Kita butuh sejarah untuk mengambil itu semua. Sejarah  adalah peristiwa masa lampau yang tak terulang.  Negara kita, Indonesia  mempunyai sejarah  yang kita bisa pelajari untuk bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah negara kita.
Indonesia menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara karena itu semua terbentuk berdasarkan pengalaman kehidupan yang dialami seluruh rakyat Indonesia.
       
        Ketiga adalah materi Pancasila sebagai Dasar Negara
               
Secara konsep dasar negara seperti dasar berpijak. Dasar negara dapat diartikan sebagai landasan dalam membentuk dan menyelenggarakan negara. Karena itu dasar negara menjadi sumber dari segala sumber hukum negara.Dasar negara aplikasi hukumnya adalah bedasarkan nilai nilai pancasila,sebagai pondasi yaitu tempat setiap orang mengacu untuk berpijak. Jika negara monarki segala keputusannya bersumber pada seorang raja, berbeda dengan negara modern yang keputusannya berdasarkan hukum. 

        Keempat adalah materi Pancasila sebagai Ideologi bangsa
       
Ideologi adalah gagasan hasil pemikiran disusun secara sistematis dianut banyak orang maka dijadikan ideologiDalam kehidupan berbangsa di dunia asalnya ada dua yaitu liberal dan sosialis.Kaum liberal yang memenangkannya. Namun di Indonesia menganut Pancasila.
Di Indonesia yang menerapkan Pancasila pada kehidupan, misalnya di bidang sosial,jika tidak ada UU yang melarangmya maka boleh dilakukan. Dalam bidang politik, bebas bersuara berpendapat bail lisan maupun tulisan. Dalam ekonomi terdapat BUMN untuk menyeimbangkan sistem perekonomian. Dalam bidang Agama,menjaga kerukunan dan toleransi antarumat agama yang ada di Indonesia.

        Kelima adalah materi Pancasila sebagai filsafat
       
 Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi kolektif (cita-cita bersama) seluruh bangsa Indonesia. Mengapa pancasila dikatakan sebagai filsafat, hal itu karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para pendahulu kita, yang kemudian dituangkan dalam suatu sistem yang tepat.
Alasan diperlukannya kajian Pancasila sebagai sistem filsafat
1.Filsafat Pancasila sebagai genetivus objectivus dan genetivus subjectivus
2. Landasan Ontologis filsafat Pancasila
3. Landasan Epistemologis filsafat Pancasila
4. Landasan Aksiologis filsafat Pancasila
Keenam adalah materi Pancasila menurut etika

Sewaktu dalam kehidupan bersama,bukan berarti jalani kehidupan masing masing yang bertentangan dengan berbangsa dan bernegara. Tapi  jalani hidup kita yang kita jalankan masing masing maka kita jadikan hidup kita. Antara jalan individu dan jalan hidup berbangsa bernegara. Supaya tidak bentrok Pancasila mewariskan toleransi. Etika dimaksud adalah berbicara baik atau buruk dan tidak ada hukumnya.
Etika dihubungkan dengan Pancasila maka digunakan dalam kehidupan bersama. Etika itu tidak ada sanksi maka dari itu banyak orang yang mengabaikan, mengapa masih mempelajari tentang etika sebagai Pancasila? Karena kita perlu tuntunan untuk kedamaian dan untuk ketertiban kehidupan bersama.
       
Ketujuh adalah materi Pancasila sebagai Dasar Pengembang IPTEK

Ilmu pengetahuan dan tekologi  telah merubah peradaban manusia di dunia tak terkecuali di Indonesia. Ilmu penegtahuan dan teknologi telah berkembang di Indonesia, Karena Indonesia menggunakan Pancasila maka dari itu perkembangan itu tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Pancasila mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak melenceng dari jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Harus berdasar pada sumber segala sumber yaitu Pancasila.
       
Mata kuliah Pancasila sangat penting bagi warga negara Indonesia Khususnya pelajar/mahasiswa Indonesia karena dari adanya mata kuliah Pancasila kita disadarkan bahwa harus ada moral dalam kehidupan negara kita,membantu memahami makna dari setiap butir sila sila yang harus di amalkan untuk keutuhan negara kita.

Sekian dari saya. Saya ucapkan terima kasih kepada dosen saya yang telah membimbing dan mengajarkan mata kuliah Pancasila kepada saya selama satu semester ini. Semoga semua ilmu yang beliau sampaikan bermanfaat untuk saya,teman teman saya dan orang yang membaca post ini. Semoga beliau mendapat balasan dan pahala yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Wassalammuaikum Wr.Wb.





REFLEKSI 7 Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK

03.45 0 Comments



Hasil gambar untuk pancasila sebagai pengembangan ilmu

sumber gambar : disini

Ilmu pengetahuan dan tekologi  telah merubah peradaban manusia di dunia tak terkecuali di Indonesia. Ilmu penegtahuan dan teknologi telah berkembang di Indonesia, Karena Indonesia menggunakan Pancasila maka dari itu perkembangan itu tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Pancasila mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak melenceng dari jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Harus berdasar pada sumber segala sumber yaitu Pancasila.

Dalam sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sila tersebut berati kita sebagai mahluk tuhan menjadikan sila tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sila kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab , sila tersebut memberikan dasar dasar moralitas bahwa manusia dalam perkembangan ilmu pengetahuan haruslah beradab.

Dalam sila ke tiga Persatuan Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dapat terwujudnya dan terpeliharanya rasa persaudaraan antarwarga Indonesia.

Dalam sila ke empat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan  ,sila tersebut memberikan maksud demokratis kepada masyarakat indonesia, kebebasan. dalam mengembangkan ilmu serta menghormati dan menghargai orang lain dalam berilmu.


Dalam sila ke lima Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia , sila tersebut memberikan maksud bahwa ilmu pengetahuan haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

Senin, 18 Desember 2017

REFLEKSI 6 Pancasila sebagai etika

23.50 0 Comments



Hasil gambar untuk pancasila sebagai etika


sumber gambar : disini

Sewaktu dalam kehidupan bersama,bukan berarti jalani kehidupan masing masing yang bertentangan dengan berbangsa dan bernegara. Tapi  jalani hidup kita yang kita jalankan masing masing maka kita jadikan hidup kita. Antara jalan individu dan jalan hidup berbangsa bernegara. Supaya tidak bentrok Pancasila mewariskan toleransi.Etika dimaksud adalah berbicara baik atau buruk dan tidak ada hukumnya.

        Etika dihubungkan dengan Pancasila maka digunakan dalam kehidupan bersama. Etika itu tidak ada sanksi maka dari itu banyak orang yang mengabaikan, mengapa masih mempelajari tentang etika sebagai Pancasila? Karena kita perlu tuntunan untuk kedamaian dan untuk ketertiban kehidupan bersama.

Etika Pancasila ketika kita liat terhadap setiap butir Pancasila:

Pertama, Nilai Ketuhanan: Secara hierarkis, nilai ini bisa dikatakan sebagai nilai yang tertinggi karena menyangkut nilai yang bersifat mutlak. Seluruh nilai kebaikan diturunkan dari nilai ini (nilai ketuhanan). Suatu perbuatan dikatakan baik apabila tidak bertentangan dengan nilai, kaidah, dan hukum Tuhan. Pandangan demikian secara empiris bisa dibuktikan bahwa setiap perbuatan yang melanggar nilai, kaidah, dan hukum Tuhan, baik itu kaitannya dengan hubungan kasih sayang antarsesama, akan menghasilkan konflik dan permusuhan. Dari nilai ketuhanan menghasilkan nilai spiritualitas, ketaatan, dan toleransi. (Ngadino Surip, dkk, 2015: 180)

Kedua, Nilai Kemanusiaan: Suatu perbuatan dikatakan baik apabila sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip pokok dalam nilai kemanusiaan Pancasila adalah keadilan dan keadaban. Keadilan mensyaratkan keseimbangan, antara lahir dan batin, jasmani dan rohani, individu dan sosial, makhluk bebas mandiri dan makhluk Tuhan yang terikat hukum-hukum Tuhan. Keadaban mengindikasikan keunggulan manusia dibanding dengan makhluk lain seperti hewan, tumbuhan, dan benda tak hidup. Karena itu, suatu perbuatan dikatakan baik apabila sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang didasarkan pada konsep keadilan dan keadaban. Dari nilai kemanusiaan menghasilkan nilai kesusilaan contohnya seperti tolong menolong, penghargaan, penghormatan, kerja sama, dan lain-lain. (Ibid, Ngadino Surip, dkk, 2015: 180)

Ketiga, Nilai Persatuan: Suatu perbuatan dikatakan baik apabila dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. Sikap egois dan menang sendiri merupakan perbuatan yang tidak baik, demikian pula sikap yang memecah belah persatuan. Sangat mungkin seseorang seakan-akan mendasarkan perbuatannya atas nama agama (sila ke-1), namun apabila perbuatan tersebut dapat memecah persatuan dan kesatuan maka menurut pandangan etika Pancasila bukan merupakan perbuatan baik. Dari nilai persatuan menghasilkan nilai cinta tanah air, pengorbanan, dan lain-lain. (Ibid, Ngadino Surip, dkk, 2015: 180)

Keempat, Nilai Kerakyatan: Dalam kaitan dengan kerakyatan ini, terkandung nilai lain yang sangat penting, yaitu nilai hikmat atau kebijaksanaan dan permusyawaratan. Kata hikmat atau kebijaksanaan berorientasi pada tindakan yang mengandung nilai kebaikan tertinggi. Atas nama mencari kebaikan, pandangan minoritas belum tentu kalah dibandingkan dengan pandangan mayoritas. Pelajaran yang sangat baik misalnya pada peristiwa penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta. Sebagian besar anggota PPKI menyetujui tujuh kata tersebut, namun memerhatikan kelompok yang sedikit (dari wilayah Timur) yang secara argumentatif dan realistis bisa diterima, maka pandangan minoritas ‘dimenangkan’ atas pandangan mayoritas. Dengan demikian, perbuatan belum tentu baik apabila disetujui atau bermanfaat untuk orang banyak, namun perbuatan itu baik jika atas dasar musyawarah yang didasarkan pada konsep hikmah atau kebijaksanaan. Dari nilai kerakyatan menghasilkan nilai menghargai perbedaan, kesetaraan, dan lain-lain. (Ibid, Ngadino Surip, dkk, 2015: 181)

Kelima, Nilai Keadilan: Apabila dalam sila kedua disebutkan kata adil, maka kata tersebut dilihat dalam konteks manusia selaku individu. Adapun nilai keadilan pada sila kelima lebih diarahkan pada konteks sosial. Suatu perbutan dikatakan baik apabila sesuai dengan prinsip keadilan masyarakat banyak. Menurut Kohlberg (1995: 37), keadilan merupakan kebajikan utama bagi setiap pribadi dan masyarakat. Keadilan mengandaikan sesama sebagai partner yang bebas dan sama derajatnya dengan orang lain.  Dari nilai ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Dari nilai keadilan juga menghasilkan nilai kepedulian, kesejajaran ekonomi, kemajuan bersama, dan lain-lain. (Ibid, Ngadino Surip, dkk, 2015: 181)

REFLEKSI 5 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

22.52 0 Comments
Hasil gambar untuk pancasila sebagai filsafat



Sumber gambar : disini

Sumber pengertian Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdulgani, Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi kolektif (cita-cita bersama) seluruh bangsa Indonesia. Mengapa pancasila dikatakan sebagai filsafat, hal itu karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para pendahulu kita, yang kemudian dituangkan dalam suatu sistem yang tepat.
Menurut Notonagoro, Filsafat Pancasila ini memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat Pancasila.

Alasan diperlukannya kajian Pancasila sebagai sistem filsafat
1.Filsafat Pancasila sebagai genetivus objectivus dan genetivus subjectivus
2. Landasan Ontologis filsafat Pancasila
3. Landasan Epistemologis filsafat Pancasila
4. Landasan Aksiologis filsafat Pancasila



Penjabarannya:

Kajian Ontologi filsafat pancasila sebagai dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar sila-sila Pancasila.

Kajian Aksiologi filsafat pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan mengenai pancasila. Hal ini disebabkan karena sila-sila pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologi, nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Aksiologi pancasila ini mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai pancasila.

Kajian Aksiologi filsafat pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan mengenai Pancasila. Hal ini disebabkan karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologi, nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Aksiologi pancasila ini mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.

Jumat, 15 Desember 2017

Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

04.55 0 Comments

Follow Us @soratemplates